• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Polres Tebo Bakar 7 Rakit PETI di Sungai Batanghari, Perang Melawan Tambang Emas Ilegal Terus Digencarkan

    Rabu, 22 Juli 2026, Juli 22, 2026 WIB Last Updated 2026-07-22T03:17:36Z
    masukkan script iklan disini



    Tebo - Orbitnews.info -

    Polres Tebo kembali melakukan razia penambangan emas tanpa izin (PETI) di sepanjang Sungai Batanghari. Sebanyak 7 rakit tambang emas ilegal dibakar petugas.

    Razia tersebut dilakukan tepatnya di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Tebo AKBP Triyanto, yang melibatkan personel Polres Tebo, TNI, Pemkab Tebo, dan Satpol PP.


    Hasil penyisiran di petugas tak menemukan adanya aktivitas penambangan. Informasi razia tersebut diduga telah bocor. Petugas hanya menemukan rakit dompeng, yang kemudian dimusnahkan.


    "Petugas menemukan tujuh rakit dompeng yang kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar," kata Triyanto dalam keterangannya, Selasa.


    Petugas juga melakukan penyisiran hingga ke batas desa. Hasilnya, juga tidak ditemukan aktivitas penambang emas ilegal.


    "Hasil penyisiran hingga perbatasan Desa Punti Kalo juga tidak menemukan lagi aktivitas PETI," jelasnya.


    Kapolres Tebo menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli dan penindakan secara berkelanjutan terhadap aktivitas PETI. Hal ini demi menjaga kelestarian lingkungan, menegakkan hukum, dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.


    Sebelumnya, lokasi PETI di Desa Teluk Langkap sempat memanas hingga menimbulkan konflik sosial di masyarakat antara yang menolak aktivitas PETI dan masyarakat yang mendukung tambang. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Teluk Langkap, Firdaus, menjadi sasaran penganiayaan dan pengancaman.


    Pasalnya, Firdaus merupakan salah satu tokoh yang menolak adanya PETI di kampungnya. Usai menghalau rakit PETI beraktivitas pada Selasa (14/7/2026) , Firdaus didatangi sejumlah masyarakat yang mendukung PETI, dia diancam dibunuh dan istrinya mendapat penganiayaan.


    Firdaus kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Tebo. Selanjutnya, dua orang pelaku penganiayaan dan pengancaman terhadap dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka.


    Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi menyoroti menggilanya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Tebo, Jambi. Sedikitnya ada 300 rakit tambang beroperasi di sepanjang aliran Sungai Batanghari.


    Walhi Jambi menilai aktivitas tambang ilegal di Tebo telah memasuki fase darurat ekologis yang tidak bisa lagi ditoleransi. Temuan Walhi yang dihimpun langsung dari masyarakat tapak, menunjukkan adanya mobilisasi alat berat secara masif yang beroperasi tanpa kendali.


    "Sedikitnya 300 unit alat berakit saat ini dilaporkan aktif beraktifitas di wilayah tersebut, menandai eskalasi serius dari praktik tambang ilegal yang dibiarkan berlangsung," kata Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jambi, Oscar Anugrah, Selasa (23/6/2026).


    Dalam beberapa potongan video yang dihimpun detikSumbagsel, ratusan rakit tambang emas masyarakat beroperasi berjajar di pinggiran sungai. Suara mesin saling bersahutan dari jajaran rakit tambang tersebut.


    Oscar menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan lapangan dan analisis spasial Walhi Jambi, aktivitas ekstraktif ilegal berskala besar ini telah menghancurkan sedikitnya 12.202 hektare kawasan hutan. Kawasan ini adalah ruang hidup masyarakat sekaligus penyangga ekosistem penting di Kabupaten Tebo.


    "Kehancuran tutupan hutan ini beriringan dengan pencemaran berat pada sumber-sumber air dan aliran sungai, yang selama ini menjadi tumpuan utama kehidupan domestik masyarakat. Situasi ini menunjukkan bahwa PETI bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga secara langsung mengancam keberlanjutan hidup rakyat," ujarnya.


    Sumber: Detik.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini