• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Tragis! ABK KM Kenanga Indah yang Hilang di Perairan Bangka Tengah Ditemukan Meninggal

    Kamis, 30 Juli 2026, Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T02:32:25Z
    masukkan script iklan disini



     Bangka Tengah, Orbitnews.info-

    Satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah, korban terakhir yang dilaporkan hilang terjatuh di perairan Lubuk Besar, Bangka Tengah (Bateng), bernama Rikky (22) berhasil ditemukan. Korban ditemukan tewas di jarak 13 nautical mile (NM) dari lokasi awal dilaporkan hilang.


    Untuk diketahui, pada berita sebelumnya Basarnas Bangka Belitung menyebutkan korban yang ditemukan, Rabu (29/7/2026) pagi itu bernama Rikky. Ternyata, setelah dikonfirmasi ke pihak keluarga oleh Basarnas, korban yang ditemukan pertama kali adalah M Farhan (25).


    "Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Rikky. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 18.40 WIB, pada jarak sekitar 13 nautical mile (NM) dari Last Known Position (LKP)," ujar Kepala Basarnas Babel Mikel Rachman Junika kepada wartawan, Rabu malam.


    Mikel menyebut korban terakhir ditemukan saat tim SAR Gabungan sedang melakukan penyisiran di perairan Lubuk Besar. Jenazah korban selanjutnya di dievakuasi ke RSUD Bangka Tengah untuk proses lebih lanjut.


    "Dengan ditemukannya Rikky, maka seluruh korban insiden nahas di Perairan Lubuk Besar ini telah dievakuasi. Sebelumnya, pada pagi harinya, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan M. Farhan (25) yang juga dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 3 nautical mile dari LKP," terangnya.


    Mikel mengatakan Dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah tersebut dilaporkan hilang akibat terjatuh dan terseret, pada Senin (27/7) pukul 11.00 WIB.


    Peristiwa tersebut terjadi bermula ketika Rikky mandi di belakang kapal. Namun, tiba-tiba gelombang datang dan kapal oleng hingga menyebabkan Rikky terjatuh ke laut.


    "Mengetahui kejadian tersebut, rekannya yakni Farhan bergegas melompat untuk memberikan pertolongan. Karena kondisi arus laut yang sangat kencang, kedua korban justru terbawa arus dan menghilang," bebernya.


    Rekan korban atau ABK lainnya kemudian melakukan pencarian 2 korban tersebut. Meskipun telah dibantu nelayan setempat, pencarian darurat hingga pukul 19.00 WIB itu tak membuahkan hasil. Insiden ini lalu dilaporkan ke Basarnas Babel.


    "Karena korban tak kunjung ditemukan, pemilik kapal, Albar Gumilar, melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Basarnas Pangkalpinang pada pukul 20.19 WIB guna meminta bantuan SAR," katanya.


    Sumber: Detik.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini