WONOGIRI, Orbitnews.info -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memetakan 14 kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Dari 14 kecamatan tersebut, sebanyak 11 wilayah telah menerima bantuan air bersih dari Pemkab Wonogiri.
Hingga Minggu (6/9/2026), sekitar 3,1 juta liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengetahui wilayah yang berpotensi menghadapi krisis air bersih selama musim kemarau.
"Sebelas kecamatan di antaranya sudah menerima dropping air bersih," kata Fuad, dikutip dari Tribun Solo, Selasa (8/9/2026).
11 Kecamatan Sudah Terima Bantuan
Sebelas kecamatan yang telah menerima dropping air bersih yakni Eromoko, Pracimantoro, Giritontro, Giriwoyo, Jatiroto, Tirtomoyo, Karangtengah, Nguntoronadi, Wonogiri Kota, Manyaran, dan Baturetno. Penyaluran dilakukan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Hingga 6 September 2026, total air bersih yang telah didistribusikan Pemkab Wonogiri mencapai sekitar 3,1 juta liter. Distribusi tersebut masih dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Tiga Kecamatan Belum Terima Dropping
Pemkab Sementara itu, tiga kecamatan yang masuk dalam pemetaan potensi terdampak kekeringan belum menerima dropping air bersih dari Pemkab Wonogiri. Ketiganya yakni Selogiri, Wuryantoro, dan Paranggupito. Fuad menjelaskan belum adanya dropping dari Pemkab bukan berarti tiga wilayah tersebut luput dari perhatian.
Bantuan belum disalurkan karena belum ada permintaan dari wilayah terkait. "Tiga kecamatan itu belum ada dropping dari Pemkab Wonogiri karena belum ada permintaan dari wilayah," terangnya.
Meski belum memperoleh bantuan dari Pemkab, masyarakat di tiga kecamatan tersebut telah menerima bantuan air bersih dari sejumlah pihak lain. Bantuan antara lain datang dari kepolisian, organisasi lain, maupun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
BPBD Terbuka untuk Bantuan BPBD Wonogiri juga membuka koordinasi dengan organisasi maupun lembaga yang ingin membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Menurut Fuad, BPBD dapat memberikan informasi dan referensi mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan. Koordinasi tersebut diharapkan membuat penyaluran air bersih dari berbagai pihak lebih tepat sasaran.
"Kami siap berkoordinasi kalau ada organisasi atau lembaga yang hendak mengirimkan ai bersih. Kami bisa memberikan informasi atau referensi wilayah yang bisa dibantu dropping air bersih," kata Fuad
Dengan pemetaan 14 kecamatan dan penyaluran yang terus berjalan, penanganan kekeringan di Wonogiri dilakukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah. Pemkab Wonogiri masih menyalurkan air bersih ke daerah yang membutuhkan selama musim kemarau.
Sumber: Kompas.com
