• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Banjir Berulang hingga 5 Kali Sebulan, Warga Medan Minta Sungai Deli Dikeruk

    Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T03:13:54Z
    masukkan script iklan disini



    MEDAN, Orbitnews.info -

    Warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, mengaku kedatangan banjir kini sudah sulit diprediksi. Mereka pun meminta pemerintah segera mengeruk Sungai Deli untuk mengurangi risiko banjir. 


    Banjir kembali melanda permukiman warga pada Senin (24/8/2026) setelah banjir kiriman membuat Sungai Deli meluap. Ketinggian air bahkan mencapai sekitar 3 meter sehingga ratusan warga yang tinggal di bantaran sungai terpaksa mengungsi ke loteng rumah hingga ruko di pinggir jalan raya.


     "Wah, tidak mengertilah kita sering banjir ini. Bulan kemarin bisa 4 sampai 5 kali. Bisa juga seminggu 3 kali," kata seorang warga Sei Mati bernama Mardiwal, Selasa (25/8/2026).


    Banjir Tak Lagi Punya Pola 

    Mardiwal mengatakan kondisi banjir saat ini berbeda dibandingkan dahulu. Warga sebelumnya masih bisa memperkirakan kedatangan banjir berdasarkan pola musim. Namun, pola tersebut kini berubah. 


    Banjir bahkan dapat terjadi ketika tidak ada hujan di wilayah mereka. "Dibilang orang bulan yang ada 'ber'-nya saja kan, baru banjir. Tapi tidak juga. Sekarang sudah tidak tentu. Tidak ada hujan pun, banjir juga sekarang. Meski sudah surut, terus banjir lagi," lanjutnya.


    Mardiwal menyebut banjir kali ini merupakan yang paling parah sepanjang Agustus 2026. Ia berharap pemerintah melakukan pengerukan Sungai Deli agar daya tampung sungai kembali meningkat. "Kami minta tolong pemerintah bisa mengorek Sungai Deli itu. Jadi sampai sekarang ini, sudah kami usulkan. Kalau boleh juga, dibuatkan tembok seperti tepi sungai yang di seberang," harapnya.


    Sungai Deli Dinilai Makin Dangkal

     Kepala Lingkungan 9 Sei Mati, Rozy, mengatakan banjir di wilayahnya semakin tinggi sejak 2025. Bahkan, pada November 2025, ketinggian air disebut sudah mencapai atap rumah warga. "Biasanya dulu tidak pernah sampai sebegitu tinggi airnya. Belum pernahlah. Dari saya kecil tidak pernah setinggi itu. Tidak tentu banjir sekarang memang, tiba-tiba meluap air sungai kiriman dari Tanah Karo sana," rincinya.


    Rozy mengatakan rumah warga kini mudah terendam meski Sungai Deli hanya mengalami sedikit kenaikan debit air. Menurut dia, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi Sungai Deli yang tidak lagi sedalam dahulu. 


    Endapan tanah, lumpur, dan pasir membuat sungai menjadi dangkal sehingga air lebih mudah meluap ke permukiman. "Saya dan tatanan masyarakat juga meminta untuk dikorek sungainya. Kami minta sungai ini saja yang diberonjong, karena dekat kali dengan sungai, rendah juga tanahnya. Kalau direalisasi, bersyukur kali kami," tuturnya.


    Sumber: Kompas.com


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini