• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Gempa M 7,7 Guncang NTT, 238 Pasien di Manggarai Dievakuasi dari Rumah Sakit

    Minggu, 16 Agustus 2026, Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T02:29:20Z
    masukkan script iklan disini





    MANGGARAI, Orbitnews.info-

    Sebanyak 238 pasien dari empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dievakuasi ke lokasi yang lebih aman setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). 


    Ratusan pasien tersebut dievakuasi menyusul dampak gempa NTT yang menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Rinciannya, RSUD Ruteng sebanyak 150 pasien, Rumah Sakit Katolik Santu Rafael Cancar sebanyak 15 pasien, Puskesmas Reo sebanyak 63 pasien, dan Puskesmas Pagal sebanyak 10 pasien. 


    Diketahui, gempa itu berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa berada 30 kilometer arah timur laut pada kedalaman 15 kilometer.


    238 Pasien Dievakuasi 

    Dilansir dari PosKupang, sebanyak 150 pasien di RSUD Ruteng yang sedang menjalani perawatan dievakuasi dari dalam gedung.


    Sebab, kerusakan terjadi pada sejumlah bangunan bertingkat. Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah membuat fasilitas tersebut tidak dapat digunakan secara normal untuk sementara waktu. 


    Para pasien kemudian ditempatkan di tenda-tenda darurat untuk menghindari risiko akibat kerusakan bangunan maupun kemungkinan gempa susulan.  Selain itu, Rumah Sakit Katolik Santu Rafael Cancar juga terdampak gempa. Sebanyak 15 pasien dievakuasi untuk memastikan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.


    Bupati Pantau RSUD Ruteng 

    Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit turun langsung memantau kondisi RSUD Ruteng setelah fasilitas pelayanan kesehatan tersebut terdampak gempa. Dia disampingi Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, Komandan Kodim 1612/Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban, dan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Dr. Deddi Diliyanto. 


    Saat berada di lokasi, Bupati melihat langsung kondisi bangunan rumah sakit yang mengalami kerusakan, sekaligus memastikan keselamatan para pasien, tenaga kesehatan, serta petugas yang masih menjalankan pelayanan dalam situasi darurat.


    Bupati menegaskan bahwa keselamatan pasien dan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Karena kondisi sejumlah bangunan rumah sakit mengalami kerusakan berat, pasien untuk sementara dievakuasi dari dalam gedung dan ditempatkan di tenda-tenda darurat di area terbuka.


    Pemerintah daerah, kata Bupati, akan terus memastikan kebutuhan dasar pasien tetap terpenuhi, termasuk pelayanan medis, obat-obatan, makanan, serta kebutuhan lainnya selama proses penanganan pascagempa. 


    Bupati juga meminta jajaran rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun dalam kondisi darurat. Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BNPB, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan dampak gemp


    Sumber: Kompas.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini