• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Siswa Ungkap Menu MBG Berbau Busuk Sebelum Keracunan Massal di Karo

    Minggu, 16 Agustus 2026, Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T02:35:39Z
    masukkan script iklan disini

     


    KARO, Orbitnews.info -

     Siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Aldy Prayoga, mengaku menemukan kejanggalan pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dirinya dan ratusan pelajar mengalami keracunan. Aldy mengatakan aroma tidak sedap langsung tercium ketika ia membuka wadah makanan yang diterimanya saat jam makan siang pada Kamis (13/8/2026). 


    Selain mencium bau seperti busuk dari ikan, ia juga merasakan rasa asam di bagian sambal dan daging ketika lauk mulai disantap. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut dengan munculnya keluhan pada tubuh Aldy hingga akhirnya ia harus mendapat perawatan di RSUD Kabanjahe.


    Baru Pertama Kali Keracunan MBG 

    Aldy menuturkan, tidak ada dugaan sebelumnya bahwa menu MBG yang dibagikan hari itu akan menyebabkan masalah kesehatan.


    Selama ini, makanan yang disediakan SPPG Sempajaya disebut tidak pernah dikeluhkan siswa maupun guru. "Baru kali ini bang, selama ini juga aman-aman aja makanannya," ujar Aldy dilansir dari TribunMedan, Sabtu (15/8/2026). 


    Setelah mengonsumsi makanan, Aldy mulai merasakan gatal pada bagian dalam lehernya. Keluhan kemudian berkembang menjadi pusing dan sakit perut yang semakin kuat beberapa jam setelah makan. "Awalnya saya gatal-gatal di leher, habis itu pusing, sama sakit perut.


     Tapi pas di sekolah masih bisa tertahan, di rumah lah baru sakit kali perutnya baru dibawa ke rumah sakit," jelas Aldy.


    Guru Larang Siswa Lanjut Makan 

    Saat sejumlah pelajar mulai mengalami keluhan, guru di sekolah segera meminta siswa yang sudah makan maupun yang belum menyantap MBG untuk menghentikan konsumsi. "Pas makan langsung dibilang, siapa yang udah kena gatal-gatal, langsung ke UKS," ucap Aldy menirukan perkataan guru.


     "Jangan lagi dilanjutkan makan yang sudah makan, dan yang belum makan jangan dimakan MBG-nya," tambahnya. Aldy yang ikut mengalami gatal-gatal kemudian menuju UKS untuk mendapatkan penanganan. Sesampainya di sana, ia melihat kondisi sejumlah temannya sudah lebih parah hingga membutuhkan pertolongan medis. 


    "Sampai UKS itu langsung ada orang kejang-kejang. Makanya langsung dilarikan ke rumah sakit," ungkapnya. Sejumlah pelajar yang kondisinya memburuk kemudian dievakuasi dan dibawa ke beberapa rumah sakit. Peristiwa keracunan massal ini dialami ratusan siswa dari SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama di Kabupaten Karo.


    Aldy Trauma Santap MBG Lagi 

    Setelah mengalami sendiri rangkaian kejadian tersebut, Aldy mengaku trauma untuk kembali menyantap menu MBG. "Trauma bang," kata Aldy. Ia berencana membawa makanan dari rumah atau membeli makanan di sekolah ketika sudah kembali mengikuti kegiatan belajar. "Enggak mau lagi (makan MBG), bontot (bekal) aja nanti paling," katanya


    Bobby Minta Siswa Dirawat Intensif

    Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjenguk seorang siswi yang diduga mengalami keracunan MBG di Rumah Sakit Umum Haji Medan, Jumat (14/8/2026) malam. 


    Bobby menyebut kondisi fisik siswi kelas 12 SMK 1 Karo tersebut telah membaik setelah sebelumnya mengalami penurunan kesadaran. Siswi tersebut sebelumnya dirawat di RS Efarina Berastagi sebelum akhirnya dirujuk ke RS Haji Medan. Orangtuanya juga telah berada di rumah sakit untuk mendampingi.


     "Secara medis tanya dokter tapi untuk visual sampaikan tadi memang adek kita lebih parah daripada yang lain. Yang lain ada yang bisa pulang, adek ini awalnya di  RS Efarina  Berastagi, tapi dirujuk ke sini (RS Haji). 



    Karena  sempat alami penurunan kesadaran," ujar Bobby dilansir dari TribunMedan, Sabtu (15/8/2026). Bobby meminta rumah sakit memberikan pemantauan intensif terhadap kondisi siswi tersebut. "Jadi kita minta tadi dirawat intensif, setiap menit dan reaksinya masih harus diperhatikan," jelasnya. Bobby juga menemui wali murid dan menyampaikan permintaan maaf dari pemerintah provinsi. 



    "Orangtuanya juga baru sampe belum ada persiapan bawa baju segala macam, tapi kami sampaikan permohonan maaf dan minta jangan salahkan siapa pun, kami dari pemerintah provinsi tetap sampaikan permintaan maaf dan pastikan rawat siswa sampai pulih total," pungkasnya.


    Sumber : Kompas.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini