• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Terjebak Kebakaran di Tengah Laut, Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Berjuang Mengapung 3 Jam

    Senin, 03 Agustus 2026, Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T02:19:38Z
    masukkan script iklan disini



    Surabaya, Orbtnews.info -

    Rasa lemas fisik hingga trauma berat menyelimuti para penumpang yang menjadi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II saat tiba di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026) pukul 00.15 WIB. 


    Setibanya di pelabuhan, para korban selamat langsung disambut oleh petugas gabungan untuk diarahkan ke tempat peristirahatan, mendapati penanganan medis, serta menjalani proses pendataan. Suasana haru mewarnai kedatangan para penumpang. 


    Beberapa di antaranya harus dibantu menggunakan kursi roda hingga dibopong oleh penumpang lain. Isak tangis pecah ketika salah satu korban, Deni Tristiawan, seorang driver ekspedisi, menyapa istrinya, Devi, yang menyambut di balik pintu kaca pelabuhan.


    Kronologi Kebakaran dan Detik-detik Menyelamatkan Diri 

    Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II tersebut terjadi saat kapal yang melayani rute Surabaya-Makassar ini berada di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi. Para penumpang menceritakan kepanikan luar biasa yang terjadi saat api mulai membesar dan menghanguskan badan kapal.

    Melihat kobaran api di bagian belakang bawah kapal merambati badan kapal dengan cepat, petugas kapal langsung membagikan pelampung kepada seluruh penumpang. Penumpang pun berbondong-bondong lari menuju bagian depan kapal untuk menyelamatkan diri. 


    "Dari tengah-tengah sudah kelihatan apinya, otomatis larinya ke depan semua. Ya, lumayan lama itu. Begitu api menjalar ke depan, baru pada meloncat semuanya itu," tambah Bambang. Hal senada diungkapkan oleh Ahmad, penumpang asal Tulungagung yang berada satu kamar dengan Bambang.


     Ia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara teriakan kepanikan para penumpang. Sementara itu, penumpang lain bernama Darwis asal Makassar menuturkan bahwa api merembet sangat cepat hingga memaksanya lari dan bertahan di Anjungan Kapal selama kurang lebih dua jam. "Bangun sarapan teriak-teriak ada kebakaran, panik berlarian. 


    Sempat melihat api, lalu lari ke Anjungan, bertahan 2 jam. Diberi aba-aba ngumpul ada Kapal Meratus, diarahkan lompat semua, sekitar 7 meter," beber Darwis.


    Berjuang 3 Jam Mengapung di Tengah Lautan

    Ketika kondisi kapal mulai miring dan terbakar habis hingga ke bagian depan, para penumpang tidak memiliki pilihan lain selain melompat ke laut menggunakan pelampung seadanya. Di tengah perairan utara Madura, para korban harus bertahan hidup dengan 3 jam mengapung menanti kedatangan bantuan. "Semua penumpang lompat. 


    Cukup lama mengapung 3 jam sampai akhirnya diselamatkan kapal. Saya bersyukur tidak apa-apa, cuma tadi lompat tidak bersamaan. Kapal sudah miring terbakar habis," ujar Bambang. Bambang mengatakan mereka terjun ke laut secara bergantian sehingga dia tidak mengetahui apakah kakaknya berhasil naik ke kapal evakuasi lain atau masih dalam proses pencarian. 


    Hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, dia masih menunggu kepastian mengenai keberadaan kakaknya. "Kakak saya belum tahu kabarnya," kata Bambang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).


    Darwis juga mengonfirmasi durasi mencekam yang harus ia lewati di tengah lautan sebelum akhirnya dievakuasi. "Api merembet ke depan sampai ke anjungan, saya terapung laut 3 jam, diselamatkan 3 kapal. Saya berangkat sendirian, mau ke Makassar kirim barang," kata Darwis. 


    Proses Evakuasi dan Penumpang Hilang 


    Proses evakuasi dilakukan oleh delapan kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Saksi menyebutkan, sekitar pukul 13.30 WIB (13.30 WITA), para penumpang mulai diangkat dari laut oleh kapal-kapal penyelamat, salah satunya KM Meratus Pematang Siantar yang membawa ratusan penumpang selamat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mendapatkan pertolongan pertama. 


    Kendati kondisi kapal dilaporkan hampir hangus terbakar dan sempat memicu kepanikan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa KMP Mutiara Sentosa II tidak tenggelam di perairan utara Madura. Meski demikian, duka dan kecemasan masih tersisa di antara para korban selamat. Nakhoda kapal dilaporkan hilang kontak setelah sempat menyampaikan laporan awal terkait insiden kebakaran tersebut.


    Selain itu, beberapa penumpang melaporkan adanya anggota keluarga dan rekan mereka yang belum diketahui keberadaannya pasca-evakuasi. Bambang, yang berangkat bersama lima orang rombongan, mengaku masih menunggu kepastian keberadaan sang kakak. "Setengah 2 siang kami diselamatkan kapal lain. Naik KM Meratus, langsung diberi pertolongan pertama. Cuma salah satu teman kami belum diketahui keberadaannya," pungkas Ahmad.


    Hingga saat ini, pihak berwenang dan tim SAR gabungan masih terus melakukan pemantauan serta pencarian terkait korban yang dilaporkan belum ditemukan dalam musibah kebakaran kapal terbakar di perairan Sumenep tersebut.

    Sumber: Kompas.com


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini