Muaro Jambi, Orbitnews.info-Sebuah mobil tangki berwarna biru-putih yang diduga milik PT Diandra Karisma Abadi tertangkap kamera saat keluar dari sebuah gudang penampungan dan pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal di kawasan Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (5/8/2026).
gudang penampungan dan pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal dilaporkan beroperasi bebas di kawasan Simpang sunge duren Kecamatan Muaro jambi, Aktivitas tersebut berlangsung terang-terangan dan menimbulkan keresahan warga, namun hingga kini belum terlihat tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, mobil tangki yang tertangkap kamera tersebut memiliki nomor polisi BH 8049 HV dengan kapasitas sekitar 8.000 liter. Kendaraan itu terlihat keluar dari area gudang yang diduga digunakan sebagai lokasi penampungan dan pengolahan solar.
Berdasarkan pantauan warga, gudang tersebut kerap didatangi mobil tangki berwarna biru-putih bertuliskan Pertamina yang keluar-masuk lokasi dengan pengawalan kendaraan lain
Kendaraan-kendaraan tersebut bahkan disebut mengantri untuk masuk ke area gudang.
“Mobil tangki itu masuk rutin. Kadang tiga hari sekali, kadang hampir setiap hari. Selalu ada mobil pengawal saat keluar-masuk,” ujar seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan
Aktivitas di dalam gudang diduga kuat terkait penimbunan dan pengolahan solar oplosan, yang disinyalir melanggar aturan distribusi BBM.
“Kami sangat resah. Lokasi gudang ini dekat pemukiman padat. Kalau terjadi kebakaran atau ledakan, dampaknya bisa fatal bagi warga,” kata warga lainnya.
Ironisnya, meski aktivitas berlangsung hampir setiap hari dan mudah terlihat, warga mengaku belum melihat adanya penindakan serius dari aparat berwenang. Kondisi ini memunculkan tanda tanya soal pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
“Kalau ini dibiarkan terus, kami khawatir ada pembiaran. Kami minta aparat segera turun dan menutup gudang itu,” tegas seorang warga.
Masyarakat pun mendesak Kapolda Jambi serta jajaran nya dan pihak Pertamina untuk segera melakukan penyelidikan dan menindak tegas pihak-pihak yang diduga terlibat beserta sopir sopir Pertamina yang nakal, guna mencegah potensi bahaya sekaligus menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak PT Diandra kharisma abadi terkait dugaan aktivitas tersebut.Redaksi juga berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Pertamina dan pihak-pihak terkait guna memenuhi ada keberimbangan berita.(Fir)

