Nias Utara, Orbitnews.info -
Nias Utara, peristiwa24.id 6 Juni 2026 – Layanan air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah air Minum (PDAM) Unit Lahewa kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Sejumlah pelanggan melaporkan air yang mengalir ke rumah-rumah mereka mengalami pencemaran, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Keluhan ini mulai bermunculan sejak beberapa hari terakhir. Warga di Kecamatan Lahewa menyebutkan air yang keluar dari keran tampak keruh dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kondisi ini membuat mereka ragu menggunakannya, terutama untuk memasak dan keperluan keluarga.
“Airnya keruh dan baunya menyengat. Kami takut membahayakan kesehatan, apalagi untuk anak-anak. Kami berharap pihak PDAM segera memeriksa dan menemukan di mana sumber pencemarannya,” ungkap salah seorang warga di Kelurahan Pasar Lahewa.
Masyarakat mendesak pihak pengelola untuk segera turun ke lapangan, mengambil sampel air, dan melakukan pengecekan menyeluruh guna mengetahui titik serta penyebab pasti terjadinya pencemaran. Mengingat kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya, warga juga berharap ada langkah perbaikan yang berkelanjutan agar masalah ini tidak terus terulang.
Saat dikonfirmasi, pihak PDAM Unit Lahewa menyatakan telah menerima laporan keluhan tersebut. Tim teknis sedang melakukan pemeriksaan terhadap sumber air baku dan jaringan pipa distribusi.
“Kami sudah menurunkan tim untuk menelusuri penyebabnya. Proses pemeriksaan masih berlangsung, dan kami mohon kesabaran warga menunggu hasilnya,” jelas perwakilan PDAM.
Hingga berita ini diterbitkan, hasil uji laboratorium terhadap sampel air belum diumumkan. Pihak PDAM mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan sumber air lain yang terjamin kebersihannya untuk keperluan minum dan memasak, sampai ada kepastian resmi mengenai kondisi air bersih tersebut.
Sumber: Peristiwa24.id
