• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Pembunuhan Sadis Terbongkar! Kerangka Ibu Empat Anak di Sukabumi Berhasil Diidentifikasi

    Kamis, 16 Juli 2026, Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T02:51:01Z
    masukkan script iklan disini



    Sukabumi - Orbitnews.info -

    Tabir misteri penemuan sesosok mayat yang telah menjadi kerangka di area hutan jati Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap benderang. Tim gabungan kepolisian berhasil mengidentifikasi korban sekaligus meringkus terduga pelaku pembunuhan keji tersebut. Mayat tersebut ternyata korban pembunuhan.


    Penangkapan ini sekaligus menjawab kegaduhan di jagat media sosial yang sempat dihebohkan dengan beredarnya foto seorang pria berbaju putih tengah dikelilingi oleh sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman di salah satu grup Facebook di Sukabumi.


    Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian melalui Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Ilham Sapta Permadi membenarkan bahwa jajarannya telah berhasil mengungkap kasus yang menjadi perhatian masyarakat ini.


    Terduga pelaku berinisial H alias Delon (42) diamankan tanpa perlawanan di wilayah Kecamatan Sagaranten pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

    "Alhamdulillah, berkat kerja keras dan sinergi tim gabungan Satreskrim Polres Sukabumi bersama Unit Reskrim Polsek Sagaranten, identitas korban yang sebelumnya berstatus Mr X berhasil diungkap dan terduga pelaku telah diamankan," ujar Ilham kepada detikJabar, Rabu (15/7/2026) malam.



    Melalui serangkaian penyelidikan intensif, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta pemeriksaan saksi, polisi memastikan bahwa kerangka tersebut adalah Eka Yani (33)-dalam rilis tertulis polisi berinisial E M-seorang ibu empat anak asal Kampung Sindangsari, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.



    Jasad korban sendiri sebelumnya ditemukan mengenaskan oleh seorang pekerja di kawasan Perkebunan PT Indah Bumi Plantasi (IBP), Blok 17, Kampung Cimahi, Desa Sagaranten, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.



    Selain mengamankan pakaian merah dan kaus hitam milik korban, polisi juga menyita satu unit ponsel milik almarhumah Yani yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana tersebut.



    Hasil Autopsi


    Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri membeberkan hasil pemeriksaan mendalam terhadap kerangka manusia yang ditemukan di areal Perkebunan Pohon Jati PT. IBP, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Langkah ini diambil untuk memastikan identitas jenazah yang ditemukan dalam kondisi membusuk.



    Pamin Yan Dokpol RS Bhayangkara, Ipda drg. Yurinda Regita, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima jenazah tanpa identitas tersebut pada Senin (13/7) malam, sekitar pukul 20.50 WIB. Pemeriksaan visum luar dan dalam kemudian dilakukan pada Rabu (15/7) mulai pukul 11.00 WIB.



    Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, tim ahli berhasil mengidentifikasi jenis kelamin serta perkiraan usia jenazah. Meski kondisi jenazah sudah dalam proses pembusukan di seluruh tubuh, tim medis tetap mendapatkan petunjuk krusial.



    "Dari hasil pemeriksaan, dokter forensik melalui analisis tulang-tulang jenazah memastikan berjenis kelamin perempuan. Hal ini juga diperkuat oleh pemeriksaan dokter gigi forensik, di mana jenazah dipastikan berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia dewasa," jelasnya.



    Namun, Yurinda mengakui adanya kendala dalam proses identifikasi fisik secara langsung, terutama pada bagian sidik jari. "Sidik jari sudah tidak dapat kami temukan," tambahnya.


    Firasat dan Kenangan Terakhir Keluarga

    Sebelum kepolisian merilis secara resmi penangkapan Delon, kepedihan mendalam sudah menggelayuti keluarga korban saat mendatangi RS Bhayangkara, Kota Sukabumi. Pihak keluarga mengenang, sebelum dilaporkan hilang, Yani hanya berpamitan untuk pergi menginap di rumah temannya bersama sang buah hati. Kini, percakapan ringan itu justru menjadi kenangan terakhir yang menyesakkan dada.



    "Dia itu orangnya sangat tertutup. Kalau pulang ke rumah, ya bicara seperti biasa saja, tapi tidak pernah menceritakan masalah hidupnya, apalagi soal asmara," ujar Nuryanah, kakak kandung Yani, dengan suara yang sesekali parau, Rabu (15/7/2026).



    Satu bulan lalu, Yani memang mengambil keputusan untuk pindah ke sebuah indekos di Sagaranten. Sebuah langkah yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarganya.



    Mengapa harus di sana? Dengan siapa ia menghabiskan hari-harinya? Pertanyaan-pertanyaan itu sempat menguap begitu saja seiring datangnya kabar kelam penemuan jenazah yang telah membusuk di tengah hutan jati.



    Awalnya, Nuryanah menolak keras untuk percaya bahwa kerangka itu adalah adiknya. Namun, ketika penyidik kepolisian memaparkan hasil temuan fisik di lapangan secara terperinci, pertahanan dirinya seketika runtuh. Polisi menunjukkan bukti kuat mulai dari corak baju, seuntai rambut sambungan, hingga sisa kawat gigi yang masih tertanam di rahang kerangka almarhumah.



    "(Ciri-cirinya) dari baju, rambut yang disambung sama behelnya. Di situ saya sadar, meski tes DNA belum keluar, hati saya sudah merasa itu memang adik saya," tuturnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.



    Kini, dengan diringkusnya H alias Delon oleh Satreskrim Polres Sukabumi dan Unit Reskrim Polsek Sagaranten, harapan keluarga untuk melihat perenggut nyawa Yani diadili mulai terwujud. Pihak kepolisian menegaskan akan menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan hingga dilimpahkan ke meja hijau.



    "Mudah-mudahan saja, orang yang berbuat keji kepada adik saya segera terungkap (dan dihukum). Saya cuma minta keadilan," pungkas Nuryanah lirih

    Sumber: Detik.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini