Jakarta - Orbitnews.info -
Kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko kedua kalinya ke Indonesia setelah 13 tahun diterima Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan Lukashenko kali ini ada yang berbeda, Lukashenko jadi tamu negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara, Jakarta.
Prabowo menerima kunjungan kenegaraan Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7), dengan upacara penyambutan dimulai sekitar pukul 11.25 WIB. Prosesi penyambutan telah berlangsung sejak rombongan Lukashenko memasuki gerbang Istana Merdeka.
Lukashenko disambut Tarian Enggang dari Kalimantan Timur, tari tradisional dari Suku Dayak Kenyah ini sebagai simbol penghormatan menyambut tamu. Setiba di halaman Istana, Lukashenko disambut langsung oleh Prabowo, keduanya berjabat tangan dan berpelukan hangat.
Selanjutnya, Prabowo dan Lukashenko berjalan menuju mimbar upacara di teras Istana Merdeka. Upacara diawali dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan Belarus, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia.
Usai upacara, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan dengan mengelilingi halaman Istana. Di hadapan bendera kedua negara, Prabowo dan Lukashenko berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan.
Prosesi selanjutnya Prabowo dan Lukashenko menyapa para siswa yang telah berbaris di sisi halaman Istana sebelum kembali ke teras untuk saling memperkenalkan anggota delegasi masing-masing negara. Rangkaian penyambutan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu oleh Lukashenko di Ruang Kredensial Istana Merdeka.
Setelah itu, Lukashenko lalu spontan memberikan pulpen yang digunakannya ke Prabowo. Prabowo sempat terlihat sedikit kaget, tersenyum, lalu memasukkan pulpen tersebut ke dalam jasnya. Prabowo dan Lukashenko kemudian menggelar pertemuan tete-a-tete yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara.
RI dan Belarus Luncurkan Roadmap, Teken 7 MoU
Hasil pertemuan bilateral, Prabowo resmi mengumumkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 atau peta jalan kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus. Prabowo mengatakan peta jalan itu menunjukkan komitmen bersama agar kerja sama kedua negara lebih terarah.
"Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama 5 tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret," kata Prabowo.
Peta jalan bilateral itu mencakup di bidang ketahanan pangan, memperkuat kerja sama pupuk hingga alat pertanian. Di bidang ekonomi, keduanya sepakat memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara, difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi.
Di bidang perdagangan, Prabowo mengapresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Lalu di bidang industri, sepakat meningkatkan investasi dan kerja sama antara pelaku usaha kedua negara, khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri.
Kerja sama juga terjalin di bidang sosial budaya dan pembangunan sumber daya manusia, kedua pemimpin negara itu sepakat memperkuat kemitraan pendidikan dan vokasi. "Kami mendorong kerja sama yang lebih erat melalui pertukaran budaya, penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi," ujarnya.
Pertemuan Prabowo dan Lukashenko juga menghasilkan sejumlah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) serta perjanjian kerja sama. Adapun sejumlah dokumen MoU dan perjanjian yang disepakati dalam pertemuan tersebut, yaitu:
1. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus;
2. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Bidang Kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus;
3. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama antara Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Nasional Belarus;
4. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Bidang Kesehatan antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Belarus;
5. Perjanjian atas Kerja Sama Ilmiah dan Teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus;
6. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Pertukaran Laporan Intelijen terkait Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme, dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal antara PPATK Republik Indonesia dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus tentang Kerja sama; dan
7. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Bidang Akreditasi Nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation
Lukashenko Sebut RI Penting di Asia Tenggara
Lukashenko mengatakan Indonesia menjadi partner penting Belarus di Asia Tenggara. Jika ada satu teman di Asia Tenggara, menurutnya, Indonesia sudah sangat cukup baginya.
"Indonesia akan selalu menjadi salah satu partner penting Belarus di Asia Tenggara. Dan tahukah Anda, jika ada cuma satu teman di Asia Tenggara, bagi saya itu cukup," kata Lukashenko saat keterangan pers bersama Prabowo.
Lukashenko mengaku senang dengan hubungan Indonesia dan Belarus yang terus berkembang. Lukashenko mengapresiasi pertemuan insentif hingga memunculkan sejumlah kesepakatan yang dinilainya konstruktif.
"Senang sekali dalam beberapa tahun ini hubungan Belarus dengan Indonesia sangat dekat terdapat banyak progres di berbagai bidang ada yang sudah tercapai untuk masa depan, dan ada yang masih bersifat potensial," ujarnya.
"Berbagai pembicaraan di tingkat tinggi hari ini kami dengan sangat konstruktif, sangat bersahabat perspektif yang ada untuk saling dukung, berinteraksi ke depan," lanjutnya.
Lukashenko menyambut baik rencana Indonesia membuka KBRI dan rute penerbangan langsung ke Belarus. Menurutnya, warga kedua negara akan saling berkunjung sehingga memperkuat kerja sama di sektor pariwisata.
"Saya terima kasih kepada Pak Presiden atas rencana membuka kedutaan Indonesia. Pasti warga negara kita akan semakin banyak berkunjung ke Indonesia dan juga pembukaan direct flight ke Belarus. Dan bagi orang Belarus sangat tertarik sekali untuk berkunjung ke Indonesia karena itu suatu hal yang sangat menarik," kata Lukashenko.
Lukashenko Kembali Kunjungi RI Usai 13 Tahun
Ceritanya, Lukashenko kembali berkunjung ke Indonesia untuk kedua kalinya setelah 13 tahun. Prabowo menilai kunjungan ini menjadi suatu kehormatan bagi Indonesia.
"Pertama-tama saya sekali lagi menyampaikan selamat datang kepada Presiden Lukashenko di Jakarta. Ini adalah suatu kehormatan bagi Republik Indonesia, bagi rakyat Indonesia, dan bagi saya pribadi untuk menyambut kunjungan Yang Mulia yang kedua kalinya ke Indonesia," kata Prabowo.
Diketahui, Presiden Lukashenko pertama kali ke Indonesia pada 2013. Prabowo juga mengungkapkan terima kasihnya ke Lukashenko atas sambutan kehormatan saat dirinya berkunjung ke Belarus tahun lalu.
"Lebih dari 13 tahun yang lalu, Yang Mulia melakukan kunjungan kepada Republik Indonesia dan sekarang Yang Mulia kembali ke Indonesia. Kami sangat merasa dihormati dan kami juga terima kasih kami diterima dengan baik tahun lalu di Minsk, di Belarus," ujarnya.
Kunjungan Lukashenko ke Indonesia merupakan kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. Mengapresiasi kunjungan Lukashenko ke Indonesia, Prabowo mengatakan akan membalas kunjungan Lukashenko ke Belarus.
"Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini," imbuhnya.
Lukashenko Menginap di Istana Negara Selama di Indonesia
Hal berbeda kunjungan Lukashenko kali ini adalah bermalam di Istana Negara, Jakarta, selama di Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan Lukashenko menjadi presiden negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara.
"Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara," kata Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan.
Tamu kepala negara atau kepala pemerintahan sahabat yang berkunjung ke Indonesia biasanya menginap di Wisma Negara. Ada pula pemimpin negara sahabat yang memilih menginap di hotel.
Sebelum Lukashenko, tamu kepala pemerintah yang menginap di Wisma Negara adalah Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Letak Wisma Negara berada di dalam kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Kalau di Wisma Negara terakhir itu Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen," kata Sugiono.
Sugiono mengatakan tidak ada alasan khusus di balik Lukashenko menginap di Istana Negara. Menurutnya, hal itu sebagai sebuah penghormatan kepada tamu negara dan Lukashenko berkenan untuk menginap di Istana.
"Ya, saya kira kita memberikan penghormatan karena biasanya juga kalau kunjungan kenegaraan, presiden yang lain berkehendak di hotel," ujarnya.
"Tapi beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana," lanjut Sugiono.
Sumber: Detik.com
