• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Ribuan Warga Padati Sungai Tuntang, Tradisi Asrah Batin Kedungjati Terus Dilestarikan

    Minggu, 12 Juli 2026, Juli 12, 2026 WIB Last Updated 2026-07-12T07:42:12Z
    masukkan script iklan disini

     



    Grobogan Jawa Tengah, Orbitnews.info -

    Ribuan warga memadati bantaran Sungai Tuntang di Desa Ngombak dan Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, dalam pelaksanaan Tradisi Asrah Batin, Minggu 12 Juli 2026.


    Tradisi yang telah berusia ratusan tahun ini digelar dua tahun sekali oleh dua desa tersebut. Tujuannya untuk melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkuat tali persaudaraan antarwarga.



    Latar Belakang

    Asrah Batin bermula dari kisah Raden Mas Bagus Sutejo “Kedono” dan Roro Ayu Mursiyah “Kedini”, dua saudara kembar yang terpisah sejak kecil. Setelah dewasa keduanya hampir menikah, namun membatalkan setelah mengetahui masih saudara kandung. Sebagai wujud syukur atas pertemuan kembali, digelar selametan yang kini dilestarikan dengan nama Asrah Batin. Secara bahasa berarti “Pasrah Batin” atau ikhlas menerima kenyataan.



    Tradisi ini umumnya dilaksanakan pada bulan Ruwah saat musim kemarau, 2 tahun sekali ditahun yang genap.



    Rangkaian Acara

    Prosesi dimulai sejak pagi hingga siang. Rangkaian kegiatan meliputi Gebyuk, Tuba, dan Nyekar.  

    Daya tarik utama adalah Tradisi Tubo, yaitu menangkap ikan di Sungai Tuntang secara bersama-sama oleh ribuan warga.


    Puncaknya adalah penyeberangan rombongan Kepala Desa Karanglangu beserta perangkat dan warga menggunakan rakit hias melintasi Sungai Tuntang menuju Desa Ngombak. Di seberang, warga Desa Ngombak menyambut dengan kesenian dan hidangan khas Jawa..


    Acara inti diisi prosesi sasrahan, panggih, wisuhan, pembacaan sejarah Asrah Batin, selametan “Kembul Bujana”, Munggut, dan srah-srahan. Tradisi juga dimeriahkan pembagian Badek berupa air tape dan Boreh berupa serbuk bedak yang dipercaya membawa berkah. Acara ditutup pertunjukan tari tayub.


    Apresiasi Pemerintah dan Warga

    Pemerintah Kabupaten Grobogan mengapresiasi semangat masyarakat dalam nguri-uri tradisi dan budaya lokal. Asrah Batin dinilai sarat makna kerukunan, toleransi, dan penguatan hubungan sosial.


    “Tradisi Asrah Batin merupakan peninggalan budaya Kabupaten Grobogan yang sarat akan makna toleransi. Tradisi ini patut dilestarikan sebagai penanda bahwa warga Grobogan adalah orang-orang yang berbudi luhur,” ungkap pihak keamanan. 


    Pengamanan kegiatan melibatkan Polres dan Kodim Grobogan, Polsek dan Koramil kecamatan Kedungjati, BNPB Grobogan, Linmas, serta Karang Taruna dari kedua desa.


    Heriyanto, Kepala Desa Ngombak, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh warga.  

    “Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini bukti warga masih mencintai budayanya,” ujarnya.


    Iwan Lutfi, warga Desa Kedungjati, mengaku selalu hadir setiap pelaksanaan.  

    “Hampir setiap tahun saya sekeluarga berbondong-bondong menyaksikan acara tersebut. Rasanya senang sekali,” katanya.


    Solichin, warga Dusun Tempuran, Desa Jatilor, Kecamatan Godong, kabupaten grobogan sekaligus wartawan orbit news kabiro grobogan  menambahkan, “Saya sangat bangga bisa meliput acara tersebut. Ini bukti budaya kita masih hidup dan dijaga bersama.”


    Dengan terus dilestarikannya Tradisi Asrah Batin, diharapkan nilai-nilai luhur persaudaraan, saling menghormati, dan cinta budaya lokal dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.

    Solichin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini