Grobogan, Orbitnews.info -
Nama Solichin kembali menjadi sorotan publik. Putra asli Desa Pulutan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, lahir 7 Oktober 1982, dikenal karena konsistensinya meniti karier politik dari akar rumput hingga mendapat pengakuan resmi.
Memulai dari Akar Rumput
Perjalanan politik Solichin dimulai sejak lulus dari SLTP 1 Penawangan pada tahun 1998. Di usia belia, ia telah dipercaya menjadi Ketua Ranting Partai Demokrat dan berkontribusi dalam dua kali kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia.
Setelah menikah pada 2008 dan berdomisili di Dusun Tempuran, Desa Jatilor, Kecamatan Godong, serta dikaruniai seorang putri, Solichin kerap didukung warga untuk menjadi Ketua RT maupun LINMAS. Namun ia memilih fokus berkarier di dunia politik, organisasi kemasyarakatan, dan media. Kiprahnya dilanjutkan sebagai Tim Sukses Bakal Calon Legislatif DPRD Kabupaten Grobogan dari Partai Hanura.
Dinamika dan Konsistensi Partai
Pada 2014, Solichin bergabung dengan Partai Gerindra. Ia menjabat Ketua Ranting Desa Jatilor selama 3 tahun, dilanjutkan sebagai Wakil PAC Partai Gerindra Kecamatan Godong selama 2 tahun.
Tahun 2019 menjadi babak baru ketika ia bergabung ke Partai NasDem DPD Grobogan. Semula ditunjuk sebagai Ketua DPC NasDem Godong, saat ini ia mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC Partai NasDem Godong.
Aktif di Organisasi dan Media
Di luar struktur partai, Solichin juga aktif di sejumlah organisasi kemasyarakatan, antara lain LMP, PGM, GBC, FORMAT, GRIB JAYA, dan PMN. Di bidang jurnalistik, ia telah berkiprah sebagai wartawan, Kepala Biro, hingga Kepala Perwakilan Wilayah Jawa Tengah di beberapa media online.
Sepanjang kiprahnya, Solichin dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan konsisten menyalurkan aspirasi warga. Komitmen itu dibuktikan melalui berbagai pencapaian, salah satunya melalui dokumentasi resmi dengan mengenakan selendang kehormatan.
“Ini bukan hanya tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat,” tegas Solichin.
Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi generasi muda di Grobogan dan sekitarnya, bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk memberikan kontribusi besar bagi daerah dan bangsa.
