• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Di duga kebal hukum gudang BBM Ilegal Di began Pete, kota baru tidak pernah Tersentuh hukum

    Senin, 03 Agustus 2026, Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T02:25:33Z
    masukkan script iklan disini






     Kota Jambi, Orbitnews.info –

     Laporan penting kembali disampaikan kepada Kapolda Jambi  terkait dugaan aktifnya kembali jaringan sindikat mafia bahan bakar minyak (BBM) berskala besar. Kali ini, kelompok yang dinilai sebagai kelas kakap tersebut dikabarkan kembali unjuk gigi dan menjalankan aksinya di wilayah Kota jambi, Kecamatan kota baru propinsi Jambi, Senin, (03/07/2026)


    Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi ilegal ini diduga kuat dikelola oleh sosok bernama inisial juntak. Keberanian sindikat ini kembali beroperasi dinilai sangat meresahkan, karena selain merugikan keuangan negara dalam jumlah besar, juga mengganggu tata kelola distribusi energi yang seharusnya tepat sasaran bagi masyarakat luas. dikaitkan dengan sindikat Mafia BBM kelas kakap ini dan disebut sebagai pengendali jaringan sindikat ini agar menjadi lebih terstruktur dan sistematis.


    Kembali unjuk gigi dilokasi yang sama mengartikan bahwa sindikat mafia BBM pengurus juntak ini memiliki sebuah kekuatan besar di belakang mereka yang sulit untuk ditembus oleh Aparat Kepolisian khususnya Polda Jambi


    Modus Operandi Utama

    Jaringan mafia pimpinan Din ini kerap memanfaatkan celah selisih harga antara BBM subsidi (seperti solar dan pertalite) dengan BBM non-subsidi untuk industri.

    1.Penyalahgunaan Barcode & Modifikasi Tangki: Sindikat menggunakan mobil boks dengan tangki modifikasi, serta memalsukan barcode MyPertamina untuk memborong solar dari berbagai SPBU (praktik langsir berulang).

    2.Pengoplosan & Penjualan ke Sektor Industri: BBM bersubsidi ditimbun di gudang-gudang ilegal, dicampur, dan kemudian dijual kepada kapal-kapal nelayan komersial atau perusahaan tambang dengan harga yang jauh lebih tinggi.


    Menyusul kembalinya aktivitas kelompok ini, masyarakat meminta perhatian serius Kapolda Jambi untuk segera turun tangan. Langkah penyelidikan dan penindakan tegas dinilai mendesak dilakukan guna membongkar tuntas praktik ilegal ini,mengamankan para pelaku dan bukan hanya para pekerja saja serta menyelamatkan keuangan negara dari kerugian yang terus membengkak. (Tim)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini