BOGOR, Orbitnews.info -
Rumah Susanah di Kampung Ciuncal, RT 01/RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tampak dipasangi garis polisi setelah viral disebut sebagai pengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram.
Pemasangan garis polisi ini menarik perhatian warga dan awak media yang sejak beberapa hari terakhir terus mendatangi lokasi. Potongan garis polisi berwarna kuning terlihat masih terikat di bagian atap teras rumah Susanah pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, garis tersebut tidak membentang di depan rumah secara penuh.
Di ujung gang menuju rumah, gulungan garis polisi serupa juga tampak di sebuah bangunan warga yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpul atau pos kamling.
Mengapa rumah Susanah dipasangi garis polisi?
Menurut keterangan Iis, istri Ketua RT setempat, pemasangan garis polisi tersebut dilakukan beberapa hari sebelum Senin (17/8/2026). Saat itu, Susanah dan suaminya, Didim, diketahui sedang berada di Jakarta.
Pemasangan ini merupakan hasil pembahasan antara perangkat lingkungan, mulai dari Ketua RW, kepala desa, hingga kepala dusun. Pertimbangan utamanya adalah tingginya intensitas kedatangan awak media ke rumah tersebut. "Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral," kata Iis dikutip dari Tribunnnews.
Selain itu, pemasangan garis pembatas juga dimaksudkan untuk mengurangi keramaian di sekitar rumah dan menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah yang ikut terdampak sorotan publik.
Bagaimana pengaturan peliputan media di lokasi?
Iis menjelaskan bahwa wartawan yang ingin melakukan peliputan diminta untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat lingkungan setempat. Hal ini dilakukan agar aktivitas di sekitar rumah tetap tertib dan tidak mengganggu warga sekitar.
Ia juga menyinggung bahwa pihak pemerintah, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), sempat melakukan pengambilan gambar di lokasi tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan perangkat lingkungan. Kondisi ini kemudian menjadi salah satu alasan pengaturan akses di sekitar rumah Susanah diperketat sementara waktu.
Siapa Susanah yang menjadi sorotan publik?
Nama Susanah menjadi perhatian publik setelah disebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI–DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 ribu per kilogram. "Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700.000 per kilogram.
Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Susanah terlihat mengenakan pakaian adat dan berdiri di balkon Gedung Nusantara sambil mengatupkan tangan saat namanya disebut. Tayangan video dirinya juga ditampilkan, yang memperlihatkan keseharian dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Namun, pernyataan terkait besaran upah tersebut kemudian menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Hingga kini, angka Rp 700.000 per kilogram belum terverifikasi secara independen.
Apa pekerjaan Susanah sebenarnya menurut warga?
Berbeda dengan narasi yang beredar, warga sekitar menyebut bahwa profesi pengupas bawang tidak dikenal di lingkungan Kampung Ciuncal, khususnya RT 01. "Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya," kata Iis.
Menurut penjelasan warga, Susanah diketahui bekerja membuat kain majun pada pagi hari, sementara pada siang hingga sore hari ia bekerja mencuci ompreng di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, suaminya, Didim, disebut bekerja serabutan, mulai dari kuli bangunan hingga menerima pekerjaan memperbaiki rumah warga.
Sumber: Kompas.com
