• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Tragis, Bayi 6 Bulan Korban Kebakaran Rumah di Banyumanik Meninggal Dunia

    Jumat, 28 Agustus 2026, Agustus 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-28T05:01:45Z
    masukkan script iklan disini



    SEMARANG, Orbitnews.info -

    Seorang bayi laki-laki berusia sekitar enam bulan meninggal dunia setelah menjadi korban kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/8/2026). Bayi tersebut sebelumnya mengalami luka bakar berat dan sempat mendapat penanganan medis di RS Hermina Banyumanik.


     Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan korban meninggal sekitar pukul 19.20 WIB. "Yang meninggal identitas laki-laki, usia enam bulan," kata Tantri, dikutip dari Tribun Jateng, Kamis (27/8/2026) malam. Sebelum meninggal, bayi tersebut merupakan satu dari tiga penghuni rumah yang diselamatkan warga setelah kebakaran terjadi.


    Tiga Korban Diselamatkan Warga

    Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat kejadian, terdapat dua balita yang merupakan anak pemilik rumah serta seorang asisten rumah tangga (ART) berusia sekitar 50 tahun. Ketiga korban kemudian diselamatkan warga sekitar. 


    Mereka selanjutnya dibawa ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut Tantri, kedua balita mengalami luka bakar berat, sementara ART mengalami luka bakar sedang. "Luka bakar anak-anak itu hampir sekujur tubuh," ujar Tantri. Kedua balita tersebut sebelumnya dilaporkan berusia sekitar empat tahun dan enam bulan. Setelah mendapat perawatan, kondisi bayi berusia enam bulan memburuk hingga akhirnya meninggal pada Kamis malam.


    Orangtua Balita Sedang Bekerja 

    Kedua balita tersebut merupakan anak pemilik rumah. Saat kebakaran terjadi, kedua orangtua mereka sedang bekerja sehingga kedua anak berada di rumah bersama ART. Kebakaran diduga bermula dari bagian dapur yang menyatu dengan ruang keluarga. 


    Di bagian dapur tersebut terdapat tabung gas. Sebelum api membesar, sempat terjadi ledakan yang menyebabkan tembok rumah pecah. Tantri menjelaskan, kondisi ruangan yang tertutup membuat panas dan api terperangkap di dalam rumah. "Diawali ada ledakan di dapur itu temboknya pecah dan ruangan tertutup. Luka bakar serius itu tadi karena terjebak di ruangan tengah. Untungnya sempat keluar," jelasnya.


    Damkar Kerahkan Lima Armada 

    Untuk menangani kebakaran tersebut, Dinas Damkar Kota Semarang mengerahkan lima armada dengan total 28 personel. Penanganan juga didukung satu armada untuk suplai air. Petugas sempat menghadapi kendala saat menuju lokasi karena akses jalan menuju rumah sangat sempit. "Gangnya sempit sekali," kata Tantri. 


    Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu setengah jam. Akibat kebakaran, ruang tengah rumah mengalami kerusakan parah. Sejumlah barang terbakar, sedangkan bagian atap dan plafon rumah juga terdampak. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 90 meter persegi dari bangunan berukuran sekitar 15 x 6 meter. 


    Tantri mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi tabung gas, termasuk tutup dan regulator, serta memeriksa peralatan listrik untuk mencegah kebakaran. "Kami mengimbau untuk memastikan tutup dan regulator itu dicek agar aman. Korsleting listrik itu seperti charger HP dan harus diperiksa terus," imbuhnya.


    Sumber: Kompass.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini