• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Kronologi Pria Malaysia Diseret Harimau di Depan Anak, Berawal dari Mencari Rotan

    Jumat, 25 September 2026, September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-25T02:00:06Z
    masukkan script iklan disini





    PERAK, Orbitnews.info -

    Tragedi memilukan menimpa seorang pemuda berusia 23 tahun di Malaysia. Joe Zamberi menyaksikan secara langsung momen mengerikan ketika ayahnya, Zamberi Angah (42), diterkam dan diseret oleh seekor harimau di kawasan Hutan Simpan Korbu, Kampung Takung, Pos Perwor, Sungai Siput, Perak, Malaysia. 


    Peristiwa naas tersebut terjadi pada Senin (21/9/2026). Ayah dan anak suku asli setempat tersebut awalnya berangkat menuju area hutan sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat untuk mencari dan mengumpulkan rotan. Menurut laporan New Straits Times, keduanya memutuskan untuk berjalan pulang ke rumah sekitar pukul 15.00 sore.


    Joe menceritakan bahwa ia berjalan di depan ayahnya ketika insiden mengerikan itu tiba-tiba terjadi. "Saya mendengar ayah saya berteriak. Saya berbalik dan ikut berteriak juga. Lalu hewan itu (harimau) menyeret ayah saya pergi," kata Joe kepada NST.


    "Saya takut, jadi saya lari dan langsung memanggil warga desa," lanjutnya. Saat diwawancarai awak media, Joe yang masih trauma terlihat sangat terguncang dan kesulitan menceritakan detail kejadian.


     Ia juga menjadi sangat emosional dan tidak sanggup melanjutkan perkataannya ketika ditanya mengenai hubungannya dengan sang ayah serta pesan terakhir yang ditinggalkan korban.


    Jasad ditemukan di rumpun bambu dengan luka parah Setelah Joe meminta bantuan warga, upaya pencarian segera dilakukan. Zamberi Angah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin malam sekitar pukul 18.58 di sebuah rumpun bambu dekat jalan pembalakan kayu.


     Lokasi penemuan jasad berjarak sekitar 200 meter dari titik awal serangan harimau terjadi. Laporan dari Malay Mail menyebutkan bahwa ditemukan bekas gigitan di leher korban. Selain itu, sebagian lutut kanan korban hingga bagian pinggang dilaporkan telah dimangsa. 


    Di sekitar lokasi ditemukannya jasad, petugas dan warga juga menemukan jejak kaki harimau serta petunjuk-petunjuk lainnya.


    Operasi SAR dan pemasangan perangkap harimau Anggota Dewan Undangan Negeri (ADUN) Lintang, Datuk Mohd Zolkafly Harun, mengungkapkan melalui unggahan di akun Facebook miliknya bahwa Jabatan Perlindungan Hidupan Liar dan Taman Negara (Perhilitan) menerima laporan insiden tersebut sekitar pukul 16.30 sore. 


    Operasi pencarian kemudian resmi dimulai sekitar pukul 18.30 sore. Proses pencarian dan evakuasi melibatkan aparat kepolisian dari Kantor Polisi Lintang, anggota Jabatan Sukarelawan Malaysia (Rela), serta sekitar 30 orang warga desa dan pekerja pembalakan kayu.


     "Insiden itu terjadi di Hutan Simpan Korbu dan sangat dikesali serta pastinya akan meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga dan seluruh masyarakat setempat," tulis Datuk Mohd Zolkafly Harun dalam unggahannya. Ia menambahkan bahwa perangkap harimau akan segera dipasang dalam waktu dekat di area tersebut. 


    Zolkafly juga mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan tindakan pemantauan dan pengendalian guna menjamin keselamatan masyarakat, khususnya komunitas Orang Asli yang menggantungkan mata pencaharian mereka dari hasil hutan.

    Smber: Kompas.com


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini