KOTA BATU, Orbitnews.info -
Seorang pesepeda berinisial S, warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meninggal dunia usai terjatuh ke jurang sedalam sekitar 50 meter di kawasan wisata Coban Kaca, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (25/10/2026). Insiden kecelakaan maut tersebut terjadi saat korban tengah melintasi jalur pintas menuju lokasi wisata alam tersebut.
Kehilangan Pijakan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban sedang bersepeda menuju arah Coban Kaca. Saat mendekati titik kejadian, korban terkejut lantaran mendapati trek jalan yang sempit serta tikungan yang cukup tajam.
Sadar akan medan berbahaya tersebut, korban berinisiatif menghentikan laju sepedanya. Namun, saat mencoba menurunkan kaki kiri untuk menjaga keseimbangan tubuh, korban justru menginjak tumpukan daun kering yang menutupi tepi jalan dan menyamarkan permukaan tanah asli.
Kondisi tersebut membuat korban kehilangan pijakan hingga akhirnya terpeleset dan jatuh ke dasar jurang.
“Jadi korban gowes menuju Coban Kaca melalui jalan pintas. Dalam perjalanan mendekati lokasi kejadian, korban kaget ada tikungan tajam dan jalan yang sempit. Sehingga berniat berhenti menurunkan kaki kirinya, ternyata yang dipijak bukan tanah melainkan daun-daun kering. Akhirnya korban terjatuh ke jurang,” ungkap salah seorang petugas tim gabungan di lokasi.
Proses Evakuasi Berlangsung 3 Jam
Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar tiga jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. Kedalaman jurang yang mencapai 50 meter serta medan yang curam menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Suwoko, mengonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan dengan melibatkan kerja sama lintas unsur relawan dan aparat penegak hukum.
Adapun personel gabungan yang dikerahkan ke lokasi meliputi Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kota Batu, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu, PSC 119 Kota Batu, Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur, Perhutani, pengelola Wana Wisata Coban Rais, pengelola Wana Wisata Coban Kaca, Garda Relawan, relawan ambulans, relawan BPBD Kota Batu, serta warga setempat.
“Proses evakuasi dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat dengan memperhatikan kondisi medan serta keselamatan personel di lokasi kejadian,” kata Suwoko.
Polisi Dalami Penyebab dan Rombongan Korban
Sementara itu, Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, menyampaikan bahwa pihak kepolisian pertama kali menerima laporan terkait kecelakaan di jalur Coban Kaca ini sekitar pukul 11.00 WIB.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian Resor (Polres) Batu masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mengetahui apakah korban berolahraga seorang diri atau bersama rombongan pesepeda lain. “Lha ini yang masih didalami,” ujar Iptu M. Huda Rohman saat dikonfirmasi terkait kronologi dan keberadaan rekan rombongan korban.
Pasca-kejadian tersebut, BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam di Kota Batu untuk selalu meningkatkan kewaspataan, terutama saat melintasi jalur ekstrem dengan kontur tanah yang tidak stabil. Wisatawan dan pesepeda diminta mematuhi rambu keselamatan yang ada, memastikan keamanan jalur yang akan dilalui, serta menghindari tindakan berisiko di sekitar tepi jurang atau area yang rawan longsor dan licin.
Sumber: Kompas.com

