Terungkap Setelah Viral, Kasus Tiga Santri Dibakar di Ponpes Kini Diusut Polisi



Lombok, Tribun-Medan.com -

Peristiwa tragis yang menimpa tiga santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah kembali menjadi sorotan publik setelah video kondisi para korban beredar luas di media sosial dan memicu gelombang keprihatinan.


Dalam video yang viral di Facebook tersebut, terlihat para korban mengalami luka bakar serius di berbagai bagian tubuh hingga harus menjalani perawatan intensif dengan tubuh yang dibalut perban.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa ketiga santri itu diduga menjadi korban aksi pembakaran yang dilakukan oleh seorang senior di lingkungan pesantren.



Peristiwa tersebut semakin mengundang perhatian setelah muncul informasi bahwa satu dari tiga korban dikabarkan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana insiden mengerikan tersebut bisa terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri untuk menimba ilmu.


Viralnya rekaman kondisi korban membuat banyak pihak mendesak adanya pengusutan secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat segera terungkap.

Beragam komentar dan reaksi bermunculan dari warganet yang mengaku sedih sekaligus marah melihat penderitaan yang dialami para korban.



Lembaga perlindungan anak turut memberikan perhatian terhadap kasus yang kini kembali ramai diperbincangkan tersebut.



Kepala Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan adanya peristiwa yang melibatkan tiga santri di Lombok Tengah tersebut.


Meski demikian, pihaknya belum dapat menyampaikan banyak keterangan karena berbagai aspek kejadian masih dalam tahap pendalaman.



"Kasus Ponpes di Loteng (Lombok Tengah) ini terjadi November 2025, tetapi saya baru tahu sekarang," kata Joko, Rabu (3/6/2026).



Pernyataan itu menunjukkan bahwa kasus tersebut sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu lalu, namun baru kembali mencuat setelah dokumentasi para korban beredar luas di dunia maya.

Hingga kini, berbagai pihak masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut mengenai kronologi lengkap serta motif yang diduga melatarbelakangi insiden tersebut.



Kondisi para korban yang mengalami luka bakar berat menjadi perhatian utama karena dampak fisik maupun psikologis yang ditimbulkan tidaklah ringan.



Publik berharap aparat dan pihak terkait dapat mengusut kasus ini secara transparan, memberikan keadilan bagi korban, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan pendidikan mana pun.



Korban Disiram Bensin Lalu Dibakar

Ia mengatakan, sebelum dibakar korban terlebih dahulu disiram menggunakan bensin, mereka mengalami luka bakar serius hingga salah satunya meregang nyawa.



"Ada anak yang disiram bensin, dua luka bakar dan satu meninggal dunia. Baru sekarang muncul (Kasus) ini," kata akademisi Universitas Mataram ini. Joko belum bisa merincikan terkait identitas korban dan terduga pelaku, sebab saat ini masih proses pendalaman bersama dengan aparat kepolisian guna mengungkap insiden ini. 



"Masih koordinasi dengan polisi dan tim sudah meluncur ke lapangan," jelasnya.


Terpisah, Humas Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah Nurul Hilmi mengaku belum mendapatkan informasi terkait dugaan kekerasan di lingkungan Ponpes wilayah Pujut tersebut.

"Kalau masalah ini, saya secara pribadi belum dapat informasi," pungkasnya.



Diusut Polisi

Satreskrim Polres Lombok Tengah, mengusut kasus dugaan pembakaran terhadap tiga orang santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes). Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean mengatakan pihaknya baru mendapatkan informasi tersebut.



"Informasi baru diterima hari ini, dan orang tuanya baru akan melaporkan hari ini," kata Punguan, Rabu (3/6/2026).


Mantan Kasat Reskrim Polres Lombok Utara ini mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam kasus ini serta serangkaian tindakan penyelidikan lainnya.

"Mulai hari akan melakukan pemeriksaan saksi," kata Punguan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadis! Wanita Hamil Ditendang di Perut, Suami Dihajar Saat Hindari Tawuran

Dirjen Perkeretaapian Bakal Tinjau Langsung Perlintasan Kereta di Tebing Tinggi, Keselamatan Jadi Sorotan