Dana APBN Miliaran Digelontorkan, Jalan Nasional Aceh Tenggara-Sumut Tetap Rusak dan Parit Tersumbat.
Bukan hanya itu, saluran parit di sejumlah lokasi di lintasan nasional bertahun-tahun tersumbat material bebatuan dan lumpur serta ditumbuhi rumput.
Sehingga setiap musim hujan Jalan Nasional tergenang dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah mengatakan, hasil pemantauan mereka sejak 2023 hingga 2025 sejumlah jalan Nasional yang berlubang tak tuntas diperbaiki.
Seperti di Desa Biakmuli, Lawe Dua, Lawe Tua Makmur, Kuning, Titi Pasir, Rikit Bur dan sejumlah lokasi lainnya.
Kerusakan jalan Nasional paling banyak terlihat di wilayah Kabupatan Aceh Tenggara yang tersebar di Kecamatan Lawe Sigala, Babul Makmur, Semadam, Bambel, Bukit Tusam, Babussalam, Ketambe dan Badar.
Jalan nasional ini awalnya hanya berlubang kecil, namun lama-kelamaan kian membesar hingga merusak kendaraan bermotor yang melintas.
Saluran Parit Tersumbat
Tak hanya itu, saluran parit di sejumlah titik di Aceh Tenggara juga tersumbat dan ditumbuhi rumput.
Kondisi ini terlihat di beberapa desa, antara lain Desa Darul Aman, Batu Dua Ratus, Lawe Tua Makmur, Lawe Petanduk, Lawe Loning Aman, Lawe Loning Hakhapen, dan Desa Titi Pasir.
Menurutnya, pihak BPJN Aceh memang terlihat melakukan penambalan (patching) jalan dan perbaikan parit yang tersumbat.
Namun, pengerjaan tersebut terkesan tebang pilih dan lompat-lompat.
Lokasi yang mudah dikerjakan didahulukan, sementara titik kerusakan lain justru terabaikan.
Akibatnya perbaikan tidak merata dan tidak berbasis pada skala prioritas kerusakan atau keluhan masyarakat.
Ia mencontohkan, pembersihan materi dampak banjir di Pekan Kuning, Desa Kuning, dilakukan berulang kali.
Sebaliknya, saluran parit di Desa Lawe Loning Aman, Lawe Loning Hakhapen, serta beberapa titik lain di Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Semadam, dan Babul Makmur justru dibiarkan telantar bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, BPJN Aceh melalui Satker PPK 3.5 selalu mengalokasikan anggaran miliaran rupiah dari APBN setiap tahunnya.
Ia mencontohkan, pembersihan materi dampak banjir di Pekan Kuning, Desa Kuning, dilakukan berulang kali.
Sebaliknya, saluran parit di Desa Lawe Loning Aman, Lawe Loning Hakhapen, serta beberapa titik lain di Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Semadam, dan Babul Makmur justru dibiarkan telantar bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, BPJN Aceh melalui Satker PPK 3.5 selalu mengalokasikan anggaran miliaran rupiah dari APBN setiap tahunnya. Pihaknya sudah berulangkali menyampaikan agar masyarakat tidak memotong jalan Nasional untuk pemasangan pipa.
Pemotongan jalan Nasional marak seperti di Kecamatan Lawe Sigala, Babul Makmur dan Semadam, Bukit Tusam dan daerah lainnya.
Sumber: TribunGayo.com
Komentar
Posting Komentar