• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Empat Hari Terapung di Laut, Diska Saksikan Ibunya Meninggal Usai KLM Nurul Salsa Tenggelam

    Selasa, 21 Juli 2026, Juli 21, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T01:39:14Z
    masukkan script iklan disini



    Selayar, Orbitnews.info -

    Diska Yanti (8) harus menghadapi kenyataan pahit setelah menyaksikan ibunya meninggal dunia saat berjuang menyelamatkan diri dari tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 


    Bocah tersebut berhasil bertahan hidup bersama sejumlah penumpang lain dengan berpegangan pada pelampung gabus selama beberapa hari di tengah Laut Flores.  Namun, sang ibu mengembuskan napas terakhir akibat kehabisan tenaga sebelum bantuan datang. 


    Di tengah kondisi tubuh yang terus melemah, Diska bersama korban selamat lainnya akhirnya ditemukan kapal nelayan asal Bulukumba setelah hanyut berhari-hari di lautan.


    Kisah Pilu Diska Kehilangan Sang Ibu 

    KLM Nurul Salsa tenggelam saat berlayar dari Pulau Jampea, Kecamatan Pasimasunggu menuju Pelabuhan Rauf Rahman di Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (15/7/2026).

    Saat kapal tenggelam, Diska sempat berada dalam pelukan ibunya. Sang ayah juga ikut bertahan bersama mereka dengan berpegangan pada pelampung gabus yang berasal dari kapal. Memasuki malam hari, ombak semakin besar menghantam para korban yang masih bertahan di laut.


    Pegangan ayah Diska kepada istrinya akhirnya terlepas sehingga keduanya terpisah. Diska dan ibunya tetap bertahan di atas pelampung bersama penumpang lain yang terus terbawa arus menjauh dari lokasi tenggelamnya kapal. Memasuki hari ketiga, kondisi ibu Diska semakin melemah hingga akhirnya meninggal dunia.


    "Nyawanya tidak bisa diselamatkan, sudah tidak mampu bertahan mengapung kasian," kata paman Diska, Andi Samad, dikutip dari TribunSulsel, Senin (20/7/2026). Andi mengetahui kejadian tersebut karena ia juga menjadi korban dan berada di pelampung yang sama. Ia menambahkan, Diska terpaksa meninggalkan jenazah ibu Diska di tengah laut karena harus terus berupaya menyelamatkan diri.


    Diselamatkan Setelah Empat Hari Terapung Memasuki hari keempat, lima korban yang berada di atas pelampung masih terus berharap ada kapal yang melintas. Mereka berkali-kali berteriak meminta pertolongan, tetapi suara yang mulai serak tak kunjung didengar.


     Menjelang petang pada Sabtu (18/7/2026), salah seorang korban mengeluarkan cermin dari tas kecil yang dibawanya. Cermin itu kemudian digunakan untuk memantulkan sinar Matahari ke arah kapal yang melintas sebagai tanda meminta bantuan.


    Tak lama kemudian, kapal nelayan Sinar Mattoangin 04 asal Kabupaten Bulukumba menemukan para korban yang terapung di Laut Flores. Seluruh korban yang ditemukan kemudian dievakuasi ke atas kapal. 


    Anak Buah Kapal (ABK) Sinar Mattoangin selanjutnya melaporkan penemuan korban kepada pemilik kapal, H Ahmad, yang kemudian meneruskannya kepada anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras. Informasi tersebut lalu diteruskan kepada Basarnas Makassar untuk proses penanganan lebih lanjut. 


    Seluruh korban yang selamat kini menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar karena mengalami kondisi fisik yang lemah.


    Basarnas Kerahkan Kapal Perang dan Pesawat Basarnas 

    bersama tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap 18 korban yang belum ditemukan di perairan Selayar hingga Laut Flores dan wilayah perairan Kabupaten Pangkep. Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk alat utama sistem pertahanan milik TNI. 


    "Dari awal kita sudah didukung alat utama dari TNI, khususnya dari Kodaeral VI, satu KRI Marlin, kemudian KRI Hiu," ujarnya dikutip dari Antara, Senin. "Dan dari Lanud Hasanuddin, kita juga dibantu patroli maritim Boeing 737-200, dan standby Helikopter Caracal," tambahnya.


    Menurut dia, hingga hari keenam operasi SAR, pencarian masih berlangsung dengan dukungan TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan armada Basarnas. Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya dari Makassar, KN SAR Pacitan dari Kendari, serta KN SAR Puntadewa dari Maumere untuk menyisir area pencarian seluas 1.980 nautical mile (NM). 


    "Kita juga siap Kansar (Kepala Basarnas) dari Mataram, karena berbagai pertimbangan. Sampai dengan kemarin, sudah dievakuasi hari keempat lima korban, dan hari kelima kita dapat dua korban lagi," jelasnya.


    "Alhamdulillah semuanya dalam keadaan selamat, sehingga masih ada 18 korban (hilang) sesuai konfirmasi dari pihak keluarga melapor di Posko," sambung Yudhi. Data Basarnas mencatat total penumpang kapal berjumlah 78 orang. Sebanyak 59 orang berhasil selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 18 korban lainnya masih dalam proses pencarian.


    Sumber: Kompas.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini