• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Tinggalkan Tiga Anak, Pria yang Tewas Usai Diamuk Massa di Bali Picu Sorotan soal Main Hakim Sendiri

    Minggu, 26 Juli 2026, Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T03:46:53Z
    masukkan script iklan disini



    Buleleng, Orbitnews.info -

     Seorang pria berinisial KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, yang tewas usai diamuk massa karena kepergok hendak mencuri ayam di Kabupaten Tabanan ternyata meninggalkan tiga anak.


     Insiden yang terjadi di Desa Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, pada Jumat (24/7/2026) dini hari itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengaku ikut terpukul ketika menjemput jenazah korban. Apalagi saat melihat anak-anak KD menangis kehilangan ayahnya. 


    Korban diketahui memiliki tiga anak. Anak sulung telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA, dan anak bungsunya masih kelas 1 SD. "Saya sedih melihat anak-anaknya menangis kehilangan ayahnya," ujar Sutama, Sabtu (25/7/2026), dilansir dari TribunBali.


    Sesalkan Aksi Pengeroyokan hingga Tewas 

    Terkait kejadian ini, Sutama menyesalkan aksi dugaan pengeroyokan hingga menyebabkan KD meninggal dunia. Menurut Sutama, apa pun kesalahan yang dilakukan seseorang, seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang menghilangkan nyawa. "Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," katanya.


    Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri apabila memergoki seseorang yang diduga melakukan tindak pidana. Seseorang yang diduga melakukan pelanggaran cukup diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum.


     Di sisi lain, Sutama juga memahami keresahan masyarakat di wilayah Baturiti yang belakangan kerap kehilangan hewan ternak, khususnya ayam aduan.


    Namun, menurut dia, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia. "Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," tuturnya. 

    Polisi Selidiki Dugaan Dua Tindak Pidana 

    Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki peristiwa tersebut. Selain mendalami dugaan pencurian ayam aduan, kini kepolisian juga mengusut dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal dunia.


    Dari lokasi kejadian, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seekor ayam aduan, sebilah golok yang diduga milik korban, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai. Penyidik juga terus meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian sekaligus menyelidiki pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.


    Sumber: Kompas.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini