SUMEDANG, Orbitnews.info -
Kasus penemuan bayi di Kampung Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus berkembang setelah polisi mengungkap fakta baru di balik peristiwa yang sempat menggegerkan warga.
Bayi yang sebelumnya dikabarkan dikubur lalu ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat diganggu hewan liar, ternyata telah lebih dulu mengalami tindakan kekerasan sebelum dikuburkan. Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansyah, membenarkan temuan tersebut setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh penyidik. "Ya benar," katanya saat dikonfirmasi TribunJabar.id, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, warga Kampung Sukaluyu digegerkan dengan penemuan jasad bayi di halaman rumah kosong pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Bayi tersebut diperkirakan baru berusia sekitar dua hari saat ditemukan.
Siapa pelaku dalam kasus ini?
Polisi menetapkan ibu kandung bayi berinisial ER (19) sebagai pelaku dalam kasus ini. ER diketahui merupakan warga setempat yang masih berusia remaja dan belum menikah. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan pacarnya berinisial PK, seorang pria asal Tasikmalaya.
Berdasarkan keterangan, PK disebut tidak mengetahui bahwa ER sedang mengandung, begitu pula keluarga ER yang juga tidak menyadari kehamilan tersebut. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi tindakan yang dilakukan ER.
Berdasarkan pemeriksaan awal, ER mengaku nekat melakukan tindakan terhadap bayinya karena takut kehamilan dan kelahiran anak tersebut diketahui oleh orang lain. Selain itu, ia juga merasa belum siap secara sosial maupun psikologis karena masih berstatus belum menikah.
Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansyah menjelaskan bahwa pelaku telah mengakui motif tersebut dalam pemeriksaan. "Untuk pelaku ini ya, setelah kami melakukan pemeriksaan pelaku ini mengakui bahwa pelaku ini membuang bayi karena pelaku ini tidak mempunyai suami atau masih gadis," kata Tanwin kepada, Senin (31/8/2026).
Dalam perkembangan penyidikan, polisi menemukan bahwa bayi tersebut diduga telah mengalami tindakan kekerasan di dalam rumah sebelum akhirnya dikuburkan. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan dan keterangan dari pelaku.
AKP Tanwin menyebut tindakan tersebut dilakukan menggunakan benda tajam di dalam rumah sebelum jasad bayi dibawa ke lokasi pembuangan.
"Ya, (dieksekusi) di rumah. Dengan menggunakan gunting," katanya. Setelah itu, jasad bayi kemudian dikuburkan di lahan kosong yang tidak jauh dari rumah pelaku. Namun, dalam kondisi tersebut, jasad bayi kembali ditemukan setelah diduga diganggu oleh hewan liar di sekitar lokasi.
Sumber: Kompas.com
