• Jelajahi

    Copyright © Orbit News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Halaman

    Waspada! 5 Modus Pencurian Saldo M-Banking yang Bisa Menguras Rekening dalam Hitungan Detik

    Kamis, 03 September 2026, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T03:10:22Z
    masukkan script iklan disini



    Orbitnews.info -

    Fenomena kehilangan dana atau saldo m-banking secara misterius di era perbankan digital bukanlah hal yang bisa diabaikan begitu saja. Seiring pesatnya kemajuan teknologi finansial, metode kejahatan siber juga berkembang semakin kompleks, canggih, dan terselubung. Para pelaku kejahatan siber tidak lagi hanya sekadar meretas sistem keamanan bank yang biasanya sangat ketat.


    Mereka juga beralih menargetkan mata rantai terlemah dalam ekosistem keamanan perbankan, faktor manusia atau pengguna itu sendiri. Memanfaatkan celah kelalaian atau ketidakpahaman pengguna terhadap prosedur teknis, para peretas mampu membobol rekening tabungan dalam hitungan detik. Oleh karena itu, pengguna perlu memahami secara mendalam berbagai modus operandi yang paling sering digunakan oleh para pelaku kejahatan siber saat ini.


    Lantas, apa saja lima modus pencurian saldo m-banking tersebut?


    5 modus pencurian saldo m-banking 

    Dikutip dari Kontan, Senin (31/8/2026), berikut adalah lima modus pencurian saldo m-banking yang perlu diketahui dan waspadai: 

    1. Phising 

    Phishing merupakan teknik penipuan yang dilakukan dengan cara membuat situs web perbankan atau aplikasi tiruan yang sangat mirip dengan resminya. Pelaku menyebarkan tautan jebakan via SMS, email, WhatsApp, hingga iklan media sosial menggunakan umpan emosional seperti ancaman pemblokiran akun atau iming-iming hadiah.


    2. SIM swap 

    Banyak orang mungkin tidak menyadari seberapa krusialnya peran nomor telepon seluler dalam sistem keamanan perbankan digital. Kejahatan modus ini terjadi ketika pelaku mengambil alih nomor ponsel korban dengan cara menyamar menggunakan dokumen identitas palsu di gerai operator, menyebabkan kartu SIM asli milik korban kehilangan sinyal. 


    Setelah menguasai nomor tersebut, pelaku dapat dengan mudah meretas akun perbankan digital dan menerima seluruh kode OTP via SMS untuk menguras dana korban.


    3. Malware 

    Modus penyebaran malware di Indonesia paling sering dilakukan melalui pengiriman berkas APK berbahaya via WhatsApp yang disamarkan sebagai undangan digital, foto paket, atau surat resmi. Saat korban mengunduh berkas tersebut, malware secara otomatis terpasang di latar belakang ponsel tanpa disadari. Perangkat lunak berbahaya ini kemudian dapat membaca ketikan layar, mencuri kode OTP dari SMS, hingga mengambil alih kontrol ponsel untuk menguras kredensial perbankan korban.


    4. Social engineering 

    Social Engineering adalah teknik peretasan pikiran yang memanfaatkan kelemahan emosional manusia dengan cara pelaku berpura-pura menjadi petugas resmi melalui panggilan telepon. Menggunakan gaya bicara meyakinkan dan menekan, pelaku membuat korban panik melalui skenario palsu seperti adanya transaksi mencurigakan di rekeningnya. Saat kondisi tertekan tersebut, korban tanpa sadar terarahkan untuk menyerahkan informasi paling rahasia kepada pelaku.


    5. Pencurian data kredensial 

    Pencurian kredensial terjadi saat informasi login milikmu bocor ke pihak tak bertanggung jawab, salah satunya akibat data breach berskala besar pada platform online. Pelaku memanfaatkan kebiasaan pengguna yang menyamakan kata sandi melalui metode Credential Stuffing untuk mencoba membobol akun perbankan digital. 


    Selain itu, kelalaian seperti memakai tanggal lahir untuk PIN atau bertransaksi via Wi-Fi publik turut membuka akses bagi peretas.


    Tips menjaga rekening tetap aman 

    Beberapa tips atau langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga rekening bank tetap aman, sebagai berikut: 

    • Jangan pernah bagikan PIN, password, atau OTP ke siapa pun 
    • Jauhi tautan dan aplikasi dari sumber tidak resmi 
    • Cek kembali detail transaksi sebelum konfirmasi 
    • Aktifkan notifikasi transaksi dan hindari Wi-Fi publik saat membuka m-banking.


    Langkah darurat jika menemukan transaksi mencurigakan 

    Ada sejumlah langkah darurat yang dapat segera dilakukan apabila nasabah menemukan transaksi mencurigakan, antara lain: Hubungi bank: 

    • Segera kontak kanal resmi untuk memblokir akses rekening
    •  Ubah kredensial: Amankan PIN atau password dari perangkat yang aman
    •  Cek dan simpan bukti: Catat mutasi tak dikenal, simpan bukti chat/nomor pelaku. 
    • Laporkan: Buat laporan ke kepolisian serta Indonesia Anti-Scam Centre via iasc.ojk.go.id.

    Sumber: Kompas.com


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini